Kisruh Pilkada Kota Tangerang Sampai ke Jakarta

Senin, 29 Juli 2013 13:15 wib | Achmad Fardiansyah - Okezone

(Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone) (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone) JAKARTA - Ratusan demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Kota Tangerang menyambangi gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntut dilakukannya pengkajian ulang terhadap keputusan KPUD Tangerang yang diduga sarat intervensi Wali Kota Kota Tangerang.
 
Koordinator aksi, Andri, menuturkan, era politik santun di Tangerang telah berakhir, ditandai dengan pencoretan Arief Wismansyah –Sachrudin sebagai peserta Pilkada Kota Tangerang.
 
Dalih KPUD bahwa pencalonan Arief Sachrudin tidak memenuhi syarat karena belum menyertakan izin tertulis dan tanda tangan dari Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, untuk ikut berlaga dalam pesta demokrasi, terlalu mengada-ada.
 
"Intinya, aksi ini adalah bentuk kekecewaan kita terhadap keputusan KPUD Tangerang. Jadi, KPUD telah tidak netral dan tidak profesional dengan menjegal pasangan Arif dan Sachrudin dengan alasan, belum atau tidak diizinkan oleh Walikota dengan tidak diberikan tandatangan, sementara PNS lain diberikan izin," tambahnya.
 
Padahal jika merujuk kepada Peraturan KPU No 9 pasal ayat 1 butir s, dalam pengunduran diri dan tidak aktif dari jabatan negeri sejak pendaftaran bagi bakal calon yang berasal dari PNS, TNI, Polri yaitu surat pernyataan yang bersangkutan mengundurkan diri dan tidak aktif dalam jabatan struktural untuk diketahui.
 
"Seperti yang dikatakan bapak Gamawan Fauzi, pimpinan tidak boleh melarang PNS untuk mencalonkan diri dalam Pilkada. Tapi ini justru tidak ditanda-tangani surat permohonan izinnya," sesalnya.
 
Hingga pleno penetapan calon pada 24 Juli lalu, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim tetap tidak memberikan izin kepada Sachrudin untuk maju dalam Pilkada, padahal DPC Demokrat Kota Tangerang telah merekomendasikan Sachrudin mendampingi Arief Wismansyah sebagai calon wali kota dari Partai Demokrat. Sachrudin merupakan Sekda Kota Tangerang.
 
Kuat dugaan keengganan Wahidin Halim memberikan izin kepada Sachrudin karena adik kandungnya, Abdul Syukur yang juga mencalonkan diri pada pemilukada didampingi Hilmi Fuad.
 
Dengan demikian, KPUD Kota Tangerang hanya meloloskan tiga pasangan calon untuk berlaga dalam Piladaka Kota Tangerang yang akan digelar pada 31 Agustus 2013.
 
Dalam pengundian nomor urut, pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar memperoleh nomor urut 1, disusul pasangan Abdul syukur-Hilmi Fuad mendapatkan nomor urut 2 dan Dedy S Gumelar-Suratno dengan nomor urut 3.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป