Terminal Terpadu Depok Bakal Didesain Ulang

Rabu, 24 Juli 2013 14:17 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

DEPOK - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia berdialog dengan Pemerintah Kota bersama pihak sekolah masjid terminal (master) yang tengah dilanda isu penggusuran akibat rencana pembangunan kawasan terminal terpadu. Audiensi dilakukan di ruang Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.
 
Ketua BEM UI Ali Abdillah, Pengurus Master Mustami, dan para alumni sekolah Master meminta kebijaksanaan dan solusi wali kota. Suasana dialog pun diwarnai rasa haru tangisan pengurus sekolah Master.
 
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengaku sudah berbicara kembali dengan investor PT Andika yang akan membangun terminal terpadu tersebut dan menawarkan sejumlah opsi. Sekolah master tak berkehendak lahannya diambil 100 meter lebih untuk pembangunan. Sementara kelas - kelas yang berdiri di lahan terminal akan dibongkar, ditata kembali, dan dibangunkan oleh investor menjadi bangunan lebih baik.
 
"Pemerintah berikan ruang untuk berdialog kepada BEM UI, master dan pada investor. Seandainya master tak mau merelakan yang 100 meter itu. Apakah investor mau redesign? Ternyata mereka (investor) mau. Saya berikan ruang kepada master.
Saya menghargai, master tentukan sikap siap berdiri sejajar, siap menyesuaikan design yang sedang dikelola dalam penataan apakah estetika," ujar Nur Mahmudi, Rabu (24/07/2013).
 
Nur Mahmudi menambahkan ia menghargai keberanian dan kesiapan sekolah master untuk tetap mandiri dan sejajar dengan pembangunan yang dilakukan investor. Nur Mahmudi memastikan bahwa tak akan ada penggusuran sementara pihak investor akan melakukan design gambar site plan ulang.
 
"Kami hargai kesiapan dari Master untuk menyesuaikan arahan, penataan dan revitalisasi terminal terpadu dan stasiun. Sehingga kawasan terminal bisa kita tata sama - sama, baik untuk kepentingan masyarakat dan kami sudah dengarkan kemelut yang terjadi ini. Proposal investor yang diajukan kepada Pemkot kami minta untuk didesign ulang agar tak mengganggu lahan master," tegasnya.
 
Sementara itu pengurus Sekolah Master Mustami mengatakan pihaknya tengah mencari dana dari para donatur agar bisa menata Master menjadi lebih baik, mandiri, dan sejajar dengan investor. Pihak Master mempersilahkan pembangunan tetap berlangsung asalkan Master tidak digusur dan tetap sejajar.
 
"Izinkan kami menata Depok dengan nilai - nilai kemandirian, izinkan dulu SMA terbuka, kita enggak mau Master sekolah dengan kelas kontainer terus. Dulu dari bilik, lalu kami sudah ubah jadi kontainer. Silahkan pengembang bikin bangunan, nanti kita akan sesuaikan, kita akan samakan. Kita sama Pemkot Depok enggak ada masalah, karena kami mitra," tegas Mustami.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป