Rumitnya Kendala Pembangunan MRT

Selasa, 02 Juli 2013 18:47 wib | Angkasa Yudhistira - Okezone

Maket MRT (Foto: Dok Okezone) Maket MRT (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Kendala dalam pembangunan mega proyek Mass Rapid Transit (MRT) seolah tiada berujung. Setelah selesai permasalahan aturan pembanguanan ruang bawah, DPRD DKI Jakarta mempermasalahkan Peraturan Daerah (Perda) pembutakan PT MRT Jakarta.

Pasalnya, berdasar Perda nomor 3 Tahun 2008 tentang pembangunan PT MRT, Pasal 3 dan Pasal 4 menyebutkan pengerjaan proyek tersebut dianggarkan senilai Rp8 triliun. Karena itu, DPRD DKI Jakarta menilai perubahan anggaran tersebut harus diiringi dengan perubahan Perda.

Sebab, seiring molornya waktu pembangunan, kalkulasi anggaran pembangun MRT ini mencapai Rp16 triliun.

"Kami ingin Pemprov merevisi Perda nomor 3 Tahun 2008, karena didalamnya perubahan anggaran pembangunan. Jangan sampai Jokowi mempercepat pembangunan MRT  tapi melanggar aturan," ujar Wakil DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti mengatakan saat ini sedang mempersiapkan Perda perubahan tersebut. "Ya, kita lagi menyiapkan Perda perubahannya, sekarang masih terus dibahas," kata Endang.

Sebagaimana diketahui, mega proyek MRT sempat terkendala mengenai beban investasi yang membuat tarik ulur Pemprov DKI dengan pusat yang berujung pada 51 persen berbanding 49 pesen, di mana DKI masih menanggung beban yang lebih besar dibanding pemerintah pusat.

Setelah itu, masalah pun berlanjut tentang aturan pembangunan ruang bawah yang dituding beberapa pihak, DKI belum memilikinya. Namun ternyata, DKI Jakarta mempunyai Pergub nomor 167 tahun 2012. (put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป