Kenaikan Tarif Angkutan Umum di DKI Ditunda?

Selasa, 25 Juni 2013 13:38 wib | Aisyah - Okezone

Kenaikan Tarif Angkutan Umum di DKI Ditunda? Ilustrasi (Foto: Okezone) JAKARTA - Tampaknya keputusan kenaikan tarif angkutan umum di DKI Jakarta bakal tertunda. Pasalnya, rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu Organda masih harus tertunda karena pleno belum rampung.
 
"Tarif sampai saat ini belum bisa ketemu karena sampai saat ini plenonya belum rampung sampai siang ini. Nanti kalau saya putuskan sendiri engga ngajak mereka, entar mereka mikir enggak melibatkan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013).
 
Jokowi menuturkan, apabila nanti pleno Organda sudah selesai, baru akan dibahas bersama Dinas Perhubungan dan Dewan Transportasi Jakarta.
 
"Kita ingin secepat-cepatnya menentukan prosentasi kenaikan itu. Karena memang di lapangan sudah mulai ada yang menaikkan sendiri," terangnya.
 
Jokowi mengemukakan, dia telah memberi komando pada Dishub untuk melakukan operasi razia bagi angkutan umum yang sudah menaikkan tarif.
 
"Dapat 30 angkutan yang dirazia di-BAP. Sekarang juga saya suruh operasi lagi. Wong kita belum ngeluarin apa-apa kok," ujar Jokowi.
 
Jokowi menuturkan, besaran kenaikan tarif angkutan umum tetap berdasarkan kombinasi hitungan dari pemerintah pusat yang mengatakan maksimal kenaikan tarif 20 persen.
 
"Semuanya hitungannya kita pakai. Hitung-hitungan pemerintah pusat kita pakai, dari Kemenhub pakai, semuanya. Ketemu saja belum, suruh ngomong apa saya?" tutupnya.
(lam)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »