Dampak Negatif dari Proyek Reklamasi

Kamis, 30 Mei 2013 17:14 wib | Yuni Astutik - Okezone

Dampak Negatif dari Proyek Reklamasi Pantai Ancol (Foto: ariechicarito.blogspot.com) JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta (Pemprov) berencana mereklamasi 17 pulau di utara Jakarta. Untuk merealisasikan itu, Pemprov DKI telah menggandeng tiga perusahaan yang masuk dalam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai investor.

Terkait dengan reklamasi itu, pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna memaparkan apa dampak dari proyek tersebut. Menurutnya, ada dampak jangka panjang yang ditimbulkan dari proyek itu.

"Dampak jangka panjang akan terjadi kanalateral," kata dia saat dihubungi Okezone, Kamis (30/5/2013).

Adanya batasan antara daratan dan air laut. Kanalateral bisa menyebabkan sendimentasi. Imbasnya, akan ada perlambatan arus sungai yang bermuara ke laut. "Dan ini bisa berdampak banjir di daratan," kata dia lagi.

Dia menegaskan, siapapun yang akan menggarap proyek reklamasi ini harus paham bagaimana pengaturan air lautnya. sebab, dengan adanya reklamasi tersebut, dipastikan ada penghuni baru di daratan tersebut.

"Penghuni baru tersebut akan menghasilkan limbah baru. Dan bagaimana pula daya dukung air nantinya," lanjut dia.

Sebagai infomasi, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan menambah bank tanah (land bank) seluas 700 hektare (ha) dengan cara reklamasi. Reklamasi tersebut akan dilakukan pada empat pulau yang termasuk dalam rencana reklamasi 17 pulau di utara Jakarta yang dicanangkan oleh Pemprov DKI.

Menurut Budi Karya Sumadi, yang sebelumnya menjabat Direktur Utama Jaya Ancol, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, pihaknya akan mereklamasi 165 ha. Reklamasi tersebut meliputi 125 ha untuk tanggul penampungan lumpur dari tujuh sungai di DKI Jakarta dan 40 ha untuk pengembangan proyek rekreasi. (nia)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »