Dinkes DKI: Masih Ada 76 RS yang Terima KJS

Minggu, 19 Mei 2013 14:31 wib | Angkasa Yudhistira - Okezone

Joko Widodo (Foto: Dede K/okezone) Joko Widodo (Foto: Dede K/okezone) JAKARTA - Mundurnya 16 rumah sakit dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dirancang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), diakui Kepala Dinas Kesehatan Dien Emawati. 
 
"Kemarin, Kamis 16 Mei, kita evaluasi bersama DPRD DKI Komisi E, memang ada beberapa komplain dari teman-teman di rumah sakit swasta, daerah maupun pemerintah," ujar Dien, di Jakarta, Minggu (19/5/2013).
 
Dari rapat tersebut, Dien menjelaskan tentang uang klaim yang dinilai terlalu kecil oleh pihak rumah sakit. "Kita sudah lapor kepada Kemenkes dan hari Selasa (21 Mei) kita akan rapatkan," jelasnya.
 
Dari 16 rumah sakit itu, lanjut Dien, ada sejumlah rumah sakit kecil serta mengalami masalah pada sistem rujukan yang perlu dibenahi. Misalnya, saat pasien sudah masuk pada satu rumah sakit, membutuhkan alat penunjang dan kebetulan tidak ada, dan dirujuk ke RSCM tidak dapat menerima uang klaim, karena alat bantu kesehatan itu harus dibiayai sendiri.
 
"Nah ini kan yang harus diubah. Enggak bisa, harusnya satu layanan. Mudah-mudahan bisa diubah. Termasuk dengan tindakan, misalnya operasi," jelasnya.
 
Dari semua rumah sakit yang mengundurkan diri, dua di antaranya sudah mengajukan secara resmi, sedangkan 14 lainnya hanya melalui lisan. Serta, sambungnya, mundurnya mereka bukanlah karena penunggakan biaya. Karena seluruh manajemen, telah diserahkan pada PT Askes.
 
"Kita harapkan masyarakat tidak masuk ke-16 rumah sakit tadi. Kita masih punya 76 rumah sakit yang melayani KJS. Masih cukup banyak. Kita juga sudah sosialisasikan," tandasnya.
(lam)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป