Kasus Perbudakan, Kepala Desa Tetap Bela Yuki

Jum'at, 10 Mei 2013 03:12 wib | Amba Dini Sekarningrum - Okezone

Kades Lebak Wangi, Mursan (Foto: Amba D/Okezone) Kades Lebak Wangi, Mursan (Foto: Amba D/Okezone) TANGERANG - Kepala Desa Lebak Wangi, Mursan, membantah keterlibatannya dalam membekingi indudtri kuali yang dikelola kakak iparnya, Yuki Irawan. Mursan yakin ada motif lain dibalik kasus yang mencuat hingga Yuki ditetapkan sebagai tersangka kasus perbudakan.


"Menurut saya ini cuma masalah persaingan bisnis aja antara Yuki dengan pebisnis di lingkungan setempat. Dengan isu ini mereka ingin menjatuhkan," kata Mursan, Kamis 9 Mei.

Mursan meyakinkan tidak ada kekerasan dalam aktivitas pabrik kuali milik kakak iparnya. Kalau pun ada kerja hingga larut malam, semua dihitung lembur dan sesuai dengan kesepakatan dengan pekerja.


"Kerja biasanya dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB sore. Gaji juga sesuai dengan kesepakan dengan pekerja kok ada yang meminta gaji mingguan, bulanan, enam bulan bahkan ada yang tahunan tergantung karyawan yang mau pulang kampung," jelasnya.

Mursan juga membantah karyawan diberi makanan tidak manusiawi seperti nasi basi sebagaimana diberitakan saat ini. "Itu semua tidak benar," ucapnya.

Mursan meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi, karena selama ini pemberitaan menyudutkan kakak iparnya, sementara tidak banyak yang meminta keterangan langsung dari tersangka maupun keluarga Yuki.
(tbn)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป