Ini Perkenalan Kakak Ipar Mantan Kapolda dengan Anak Kapolri

Sabtu, 04 Mei 2013 02:11 wib | Djamhari - Okezone

Ini Perkenalan Kakak Ipar Mantan Kapolda dengan Anak Kapolri Elit Nurlita Sari dan Yorra Bunda Rindi (Foto: Djamhari/Okezone) BEKASI - Kasus hukum kakak ipar mantan Kapolda Metro Jaya, Firman Ghani, Elit Nurlita Sari, diduga juga melibatkan orang yang mengaku anak kandung Kapolri, Jenderal Timur Pradopo, Yorra Bunda Rindi.

Kuasa Hukum Elit Nurlita Sari, Arifin Harahap, menjelaskan, perkenalan dua wanita itu bermula saat Ully Sianturi (pelapor) meminta bantuan untuk memasukkan sejumlah orang masuk siswa Akademi Polisi dan Bintara Kepolisian pada 2012. Namun, hingga saat ini hanya satu orang yang lulus, padahal pelapor mengajukan enam orang.

"Ada enam orang waktu itu yang dimintai tolong oleh klien kami. Namun, hanya satu yang berhasil," ujar Arifin di Bekasi, Jumat 3 April.

Dia menjelaskan, Elit berusaha menolong pelapor dengan meminta bantuan rekan satu organisasi, Ati Supiati.

"Dari Ati itu klien kami dikenalkan dengan anak Kapolri bernama Yorra Bunda Rindi," katanya.

Saat dikenalkan, kata dia, kliennya mengaku yakin Yorra adalah anak Kapolri setelah diajak ke rumahnya.

"Klien kami yakin dia memang benar anak Kapolri, di rumahnya klien kami dikasih lihat foto Yorra dengan Kapolri akrab. Selain itu dinding rumahnya pun banyak foto keluarganya yang memang terlihat ada foto Kapolri," ungkapnya.

Dengan keyakinan itu, kliennya percaya dan melakukan kerja sama untuk memasukkan enam orang yang diajukan Ully Sianturi, sebagai anggota polisi.

Berbekal keyakinan itu, pada Mei 2012, proses transaksi berlangsung hingga senilai Rp1,62 miliar diberikan pelapor kepada kliennya secara bertahap. Bahkan, ada sebagian uang diminta Yorra untuk dibelikan dolar, pakaian dan perhiasan.

"Semua bukti transfer dari klien kami lengkap kepada orang yang mengaku anak Kapolri tersebut," tuturnya.

Selama proses transfer uang itu, kata dia, uang di rekening kliennya tidak disimpan dalam waktu lama. "Dapat transferan sehari langsung dikirim ke rekening Yorra maupun Ati," katanya.

Untuk itu, Arifin mempertanyakan letak kesalahan sehingga kliennya dianggap bersalah dan masuk penjara. Menurutnya, polisi harus menahan dua orang tersebut untuk penyelidikan dan pendalaman kasus.

"Kalau mau kasus ini tuntas tangkap juga Ati dan Yorra. Kami yakin semua akan terbongkar," ujarnya.

Saat ditanya soal keterlibatan kliennya, Arifin mengaku, jika kliennya hanya sebatas meminjamkan nomor rekening saja. Uang yang disetor oleh pelapor hanya numpang lewat dan tidak lama ada di tangan kliennya.

"Klien kami sepeser pun belum menerima uang dari hasil pembayaran senilai Rp1,62 miliar itu. Salahnya di mana,"  tandasnya.  (tbn)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »