Bocah 8 Tahun Belum Bisa Dihukum Sesuai Pasal Peradilan Anak

Jum'at, 26 April 2013 21:00 wib | Djamhari - Okezone

Bocah 8 Tahun Belum Bisa Dihukum Sesuai Pasal Peradilan Anak Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) BEKASI - Hingga saat ini kasus pembunuhan yang dilakukan bocah 8 tahun berinisial YI masih dalam penyidikan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bekasi Kota, didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi.  
 
Kapolres Polresta Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widiyanto mengatakan, untuk menerapkan kasus ini pihaknya melakukan sistem Peradilan Anak sesuai yang tercantum dalam pasal peradilan anak ayat 4 UU No 3 tahun 2007 tentang anak yang dapat diajukan ke sidang peradilan sekurang-kurangnya berumur 8 tahun dan atau belum berumur 18 tahun.
 
"Kita masih belum bisa pastikan, karena masih merundingkan perkara ini dan juga masih menyelidiki tersangka sesuai pasal Peradilan Anak," kata Kapolres, Jumat (26/4/2013).
 
Namun diakuinya, sampai saat ini pihaknya ingin memastikan umur tersangka untuk menentukan hukuman bagi anak tersebut. "Bisa jadi kalau anak ini memang masih berusia 8 tahun bisa kami serahkan kembali ke orangtuanya atau juga akan diserahkan ke Dinas Sosial di daerah Bambu Apus untuk dibina," terangnya.
 
Namun, kata Kapolres, tersangka juga kemungkinan akan terancam pasal 80 ayat 3 UU RI No 23, Tahun 2002 tentang perlindungan anak. "Selama menjalani pemeriksaan. Tersangka sementara dikirim ke Panti Sosial Bambu Apus, Jakarta Timur," katanya.
 
Sementara itu, Ketua KPAI Kota Bekasi, Ahmad Syahroni, mengaku sudah mendampingi tersangka sejak dimulai pemeriksaan terhadap tersangka. "Kami hanya mendampingi sampai kasusnya selesai. Kami juga akan memediasi," jelasnya di Polresta Bekasi Kota.
 
Seperti diketahui, Nur Afiz Kurniawan (6) ditemukan tewas mengambang di sebuah danau buatan perumahan Summarecon, Bekasi, Kamis, 25 April kemarin oleh warga. Hasil identifikasi petugas Kepolisian, korban meninggal secara tidak wajar.
 
Setelah diselidiki, ternyata bocah kelas 1 SD itu tewas karena ditenggelamkan temannya YI (8) pada Rabu, 24 April sekira pukul 16.00. Motifnya, gara-gara tersangka menagih utang Rp1.000 namun tidak dikasih oleh korban. YI oleh polisi diamankan di kawasan pasar Kranji, Bekasi setelah tidak pulang usai melakukan aksinya.
(hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »