Cuaca Buruk, Harga Sayuran di DIY Melonjak

Senin, 14 Januari 2013 17:08 wib | Kuntadi - Koran SI

Cuaca Buruk, Harga Sayuran di DIY Melonjak Ilustrasi (Foto: Koran SI) YOGYAKARTA – Harga sayur mayur di sejumlah pasar tradisional di DIY melonjak naik. Hujan deras dan angin kencang membuat hasil panen petani tidak maksimal.

Ketua Gapoktan Catur Margo Mulyo desa Garongan, Panjatan, Burhanudin mengaku hampir semua jenis sayuran kini merangkak naik. Harga terong misalnya kini laku antara Rp2.000-Rp2.200 per kilogramnya (kg). Begitu pula untuk kacang panjang Rp3.500/kg, sawi Rp4.000 maupun gambas Rp3.000 dan jagung Rp2.000/ kilogramnya.

"Panen kita cukup bagus, sedangkan di daerah lain minim. Hampir semuanya harganya naik," jelas Burhanudin, Senin (14/1/2013).

Menurutnya, kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai merah yang mencapai Rp26 ribu/kilogramnya. Harga cabai mahal, karena pasokan ke pasar sangat minim. Saat ini hanya petani pesisir saja yang masih panen. Sedangkan di daerah lain juga sudah habis.

"Cabai paling mahal dan kita jual ke Jakarta," ujarnya.

Salah satu pedagang, Sumarjo mengatakan, mahalnya harga sayuran membuat dirinya sulit mendapatkan barang. Banyak pedagang asal luar daerah yang datang dan langsung membeli di tingkat petani.

"Semua sayuran ini kita kirim ke Wonosari," tutur Sumarjo.

Selain sayuran harga buah-buahan seperti semangka dan melon juga naik. Hujan deras dan angin telah merusak buah dan tanaman ini. Meskipun begitu, kondisi ini justru menguntungkan petani pesisir selatan Kulonprogo karena kualitas panen sayur mereka cukup bagus.
(Kuntadi/Koran SI/gnm)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »