Salah Sebut Nama Cagub, KPU Jabar Tegur KPU Kab Bandung

Selasa, 08 Januari 2013 18:29 wib | Iman Herdiana - Okezone

Ilustrasi Pilgub Jabar (Foto: Feri Usmawan/okezone) Ilustrasi Pilgub Jabar (Foto: Feri Usmawan/okezone) BANDUNG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan memanggil KPU Kabupaten Bandung terkait kesalahan dalam membuat materi iklan layanan masyarakat tentang Pilgub Jabar 2013.

"Besok kita panggil Ketua KPU Kab Bandung," kata Komisioner KPU Jabar yang juga Ketua Pokja Sosialisasi Pilgub Jabar Aang Ferdiman di Bandung, Selasa (8/1/2013).

Ferdiman pun langsung menelepon Ketua KPU Kab Bandung untuk mengkonfirmasi kesalahan pembuatan iklan tersebut. Dalam percakapan teleponnya, Ketua KPU Kab Bandung mengakui ada kesalahan dan akan segera diperbaikinya.

"Ini kesalahan, mudah-mudahan tidak terulang lagi," lanjut Ferdiman, seraya menyampaikan maaf dari KPU provinsi atas kesalahan KPU kabupaten tersebut.

Dia menuturkan, kesalahan serupa pernah dilakukan KPU Kabupaten Bandung Barat yang salah mengumumkan nomor urut pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Dengan terjadinya kasus ini, sudah dua kali KPU kabupaten/kota melakukan kesalahan dalam sosialisasi iklan Pilgub Jabar.

Untuk menghindari kesalahan serupa, mulai 9 Januari besok semua iklan layanan masyarakat terkait Pilgub Jabar, harus konfirmasi dulu ke KPU Jabar. Setelah dikonfirmasi, baru bisa ditayangkan.

"Semua iklan konfirmasi dulu ke Bagian Teknis dan Hukum KPU Jabar. Harusnya prosedur tertulis materi iklan, konfirmasi, dan tayangkan," terangnya.

Konfirmasi diperlukan khusus untuk iklan kampanye Pilgub Jabar 2013. Sedangkan untuk iklan pilkada masing-masing, misalnya Pemilihan Bupati atau pemilihan walikota, otoritasnya ada di kabupaten/kota masing-masing.

Dalam iklan tersebut, KPU Kabupaten Bandung menyosialisasikan lima pasangan cagub-cawagub Jabar periode 2013-2018. Saat menyebut cagub Dede Yusuf yang berpasangan dengan Lex Laksamana, dalam iklan disebutkan Yusuf Macan Effendi. Seharusnya Dede Yusuf Macan Effendi.

Selain itu, iklan ini juga tidak menyebutkan Gerindra sebagai salah satu partai pengusung pasangan nomor urut 3 ini. Padahal, Dede-Laksamana didukung oleh empat partai yakni Partai Demokrat, PAN, PKB, dan Gerindra. Namun iklan hanya menyebut tiga parpol pengusung, tanpa Gerindra.

Iklan salah juga terjadi saat menyebut pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (4). Narartor menyebutkan pasangan ini diusung PKS, PPP, dan Hanura. Padahal calon petahana itu juga diusung PBB. Lalu pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (5) diusung PDIP. (kem)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป