Dirjen Pajak: Pajak UKM 1% dari Omzet

Senin, 07 Januari 2013 18:26 wib | Fakhri Rezy - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tak ambil pusing untuk menarik pajak dari usaha kecil dan menengah (UKM). Pasalnya, beban pejaknya tidak besar, yakni hanya satu persen dari omzet.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengakui, UKM pun sudah dikenai pajak, yakni Pajak Penghasilan (PPh) yang dihitung dari laba. "Dari dulu juga kena (pajak), justru sekarang pajaknya lebih kecil, dulu harus hitung laba dulu baru kena PPh, kan jadi repot. Itu tidak bisa hitung. Ya sudah, sekarang omzet saja," tutur Fuad, di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (7/1/2013).

Walaupun demikian, pemerintah akan kesulitan memastikan jumlah omzet usaha yang dilaporkan para wajib pajak UKM. Namun, dia akan menindak tegas para wajib pajak UKM yang terbukti melakukan kebohongan.

"Pajak kan memang begitu, percaya dulu. Tapi nanti kita lakukan pengujian setelah dia bayar, kalau bohong kita denda," ujar Fuad.

Fuad mengatakan, usaha menengah tersebut dilihat dari omzet yang mencapai Rp4,8 miliar dan menetap. "Ini memudahkan, untuk perusahaan-perusahaan yang tidak  ada pembukuan, Memang karyawannya kecil, tapi omzetnya besar," pungkasnya. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป