Pascapenembakan Poso, Penggunaan Rompi Antipeluru Dievaluasi

Jum'at, 21 Desember 2012 13:47 wib | Bagus Santosa - Okezone

Pascapenembakan Poso, Penggunaan Rompi Antipeluru Dievaluasi Ilustrasi (Okezone) JAKARTA - Penggunaan rompi antipeluru kepada petugas termasuk yang menjadi evaluasi akibat peristiwa penembakan di Poso, Sulawesi Tengah kemarin. Penembakan ini mengakibatkan tiga anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah tewas.

"Itu masuk dalam evaluasi kami, mungkin tidak aman akan kita lengkapi untuk menjaga keselamatan petugas kita," katanya Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Suhardi Alius di bilangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2012).

Polri juga akan menurunkan tim tambahan ke lokasi dan melakukan evaluasi dari kejadian kemarin untuk peningkatan kewaspadaan yang ada. "Mungkin kita tambah juga pasukan," sambungnya

Untuk jumlah tambahan pasukan, kata Suhardi, masih dirumuskan. Pasalnya, melihat kondisi geografis yang ada di Poso, yang termasuk perbukitan dan cukup berat, karena itu perlu adanya penambahan pasukan.

"Nanti dirumuskan, kira-kira, itu kan daerah perbukitan ya, daerah gunung. Nanti kita lihat. Karena Kakorbrimob dari Papua sudah bergeser ke Sulteng," ujarnya.

Sebelumnya dalam penembakan kemarin, tiga orang meninggal, dan tiga lainnya yang mendapatkan luka berat, di antaranya, Briptu Eko, Briptu Siswandi, Briptu Lungguh dan dirawat di Rumah Sakit Parigi, Poso. Pelaku hingga kini masih belum diketahui. Polri menganggap medan yang cukup berat yakni areal pegunungan membuat polisi kesullitan mencari pelaku.
(put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »