Kemiskinan di Kota Asal Jokowi Masih 15,7%

Minggu, 25 November 2012 10:04 wib | Bramantyo - Okezone

Kemiskinan di Kota Asal Jokowi Masih 15,7% Ilustrasi. (Foto: Koran SI) SOLO - Saat ini tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih berkisar 15,7 persen. Padahal tingkat kemiskinan dan pengangguran adalah salah satu indikator target pembangunan millennium/Millennium Development Goals (MDGs).

"Karena itu, penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran menjadi fokus pencapaian di Jawa Tengah," tukas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Heru Setiadi seusai Deklarasi Bersama Mendukung Percepatan Pencapaian Target MDgs, di Solo, Jawa Tengah.

Heru menyatakan bahwa Jawa Tengah saat ini sedang memfokuskan pencapaian penurunan tingkat kemiskinan sebesar 11,85 persen pada 2013 dan 2015 menjadi 8,15 persen. "Itulah yang menjadi fokus, meskipun masalah kemiskinan dan pengangguran tidak hanya dialami oleh Jawa Tengah saja," ujarnya.

Selain kemiskinan dan pengangguran, menurut Heru, indikator lain yang masih dipacu untuk pencapaian MDGs adalah proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhada sanitasi dasar di perkotaan dan pedesaan. Sedang salah satu kabupaten yang berhasil menerapkan masalah sanitasi adalah kabupaten Wonogiri.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri Budi Seno mengungkapkan bahwa salah satu kecamatan di Kabupaten Wonogiri telah berhasil menjadi daerah bebas dari buang air besar (BAB) sembarangan.

"Dibutuhkan sekira dua hingga tiga tahun untuk mewujudkan hal itu," ujarnya. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »