Getting time...

MEGAPOLITAN » 

DPRD Tak Paham Program Kerja Jokowi

Angkasa Yudhistira - Okezone
Jum'at, 2 November 2012 03:10 wib

JAKARTA- Program kerja Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo kembali dipertanyakan oleh Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta. Seorang anggota komisi B, Aliman Aat mengungkapkan program Jokowi banyak yang tak jelas.

Menurut Aliman, ada tiga program Jokowi yang dianggap belum jelas itu, yaitu penambahan armada TransJakarta sebanyak 450 unit, pengadaan seribu unit bus dengan cara hibah mengganti Kopaja dan Metromini dan rencana pembangunan jalur busway elevated koridor 13 Blok M-Ciledug.

"Mayoritas anggota dewan masih belum memahami secara teknis terhadap tiga program gubernur," ujar Alimin usai melakukan rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Komisi B dan C DPRD DKI Jakarta beserta Dinas Perhubungan, Kamis (1/11/2012).  

Alimin mengatakan, pihaknya menginginkan agar Jokowi menjelaskan secara detail bagaimana mekanisme dan teknis dalam menjalankan tiga program tersebut. "Pertama, siapa yang akan melakukan penerimaan terhadap hibah tersebut, kedua yang jelas yang menerima harus berbadan hukum. Dan kalau hibah itu diberikan kepada perusahaan, tentu harus ada komitmen tentang pengelolaannya," kata Alimin

Mengenai hibah Bus tersebut, Aliman juga mempertanyakan seperti apa bentuk dari hibah tersebut. "Hibahnya ini harus jelas, karena pengadaan seribu bus itu pastinya kan menggunakan dana APBD dan itu nantinya harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Selain itu,  Aliman menegaskan, semua perusahaan penerima hibah tetap harus melalui kajian terlebih dahulu. Ia juga mempertanyakan apakah dampak yang akan ditimbulkan oleh pengelola sebelumnya. "Harus juga dilakukan kajian terhadap perusahaan penerima hibah. apakah pemberian hibah seribu unit itu akan berdampak kepada pengelola metromini yang sudah ada, dan apakah sudah diberikan sosialisasi dan pengertian sebelumnya," ujarnya.

Selain pengadaan hibah seribu bus tersebut, Aliman juga mempertanyakan rencana Jokowi penambahan 450 unit Bus TransJakarta. Ia mempertanyakan apkah dengan penambahan armada Bus TransJakarta tersebut justru akan menarik minat masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal ini.
 
"Apakah dengan penambahan tersebut dapat membuat daya tarik masyarakat untuk beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum? Headwaynya bagaimana? Ini kita tunggu paparan teknisnya," tandasnya. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ugo)
  • iqbaloke - 0 Tanggapan
    orang kayak gini koq jadi anggota dewan sih, ,mikir yang sederhana aja dah gak bisa, pikirannya dah penuh tipu muslihat terus sihhh.........dasar !!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mantan dpr - 0 Tanggapan
    Untung sy pensiun dpr, skrg mah susah dpt jatah euyyy... Cpt2 lah pensiun, ntr jatah kmrn2 yg kt embat malah dituntut rakyat lho... Wkwkwkwk
    Beri Tanggapan Laporkan
  • herdi - 0 Tanggapan
    Lha gimana mau pindah busway kalo bus nya ngga ada. Wauuw gitu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Krisman Sudirja - 0 Tanggapan
    He he he Kayak ga tau sifat Dewan aja. Belibet ma aturan, jadi yang ada malah mikirin pasal-pasal ma aturan-aturan. Kagak sempat atau mungkin ga da waktu buat mikirin solusi bagi kebutuhan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Secara, anggota Dewan itu udah masuk Menengah ke atas.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • iyu - 0 Tanggapan
    klo dg uang dulu psti paham..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA »