Ada "Permainan" di Balik Mundurnya Pelantikan Jokowi?

Kamis, 04 Oktober 2012 14:33 wib | Angkasa Yudhistira - Okezone

Jokowi-Ahok (Foto: Dok Okezone) Jokowi-Ahok (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Tim Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) mencurigai adanya permainan pihak tertentu di balik mundurnya pelantikan Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI, 7 Oktober mendatang.

"Kan jadi kelihatan sebenarnya ada permainan-permainan dari 'gajah' atau tidak. Depdagri di sini akan mempercepat proses atau justru ada kepentingan lain, karena yang mengurus surat-surat itu ke Presiden kan dari Depdagri," kata salah satu tim kapanye Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, Kamis (4/10/2012).

Entah pihak mana yang dia umpamakan dengan seekor gajah. Namun, Taufik mengisyaratkan, adanya pihak yang menginginkan kekosongan kekuasaan di Provinsi DKI Jakarta dalam waktu tertentu.

"Kami inginnya secepat mungkin. Lebih cepat lebih baik kan, tetapi apa gubernur bisa mempercepat proses ke Depdagri. Karena sekarang kan masih di bawah kepemimpinan Pak Fauzi Bowo," sambungnya.

"Menurut saya pribadi, logikanya kalau Presiden menetapkan pemberhentian Pak Fauzi Bowo pada tanggal 7 (Oktober) misalnya, kan bisa dilantik hari itu juga, DPRD sendiri juga sudah mempersiapkan semua. Jadi enggak usah diundur lagi dan di isi Plh," terangnya.

Alhasil, kata dia, pengunduran jadwal pelantikan ini menimbulkan opini adanya kepentingan pihak tertentu yang menginginkan adanya vacum of power di DKI Jakarta.

Kendati demikian, secara garis besar, dia mengaku tidak terlalu mempersoalkan pengunduran jadwal pelantikan dari 7 Oktober menjadi 11 Oktober itu.

"Dari pada menjadi perkara yang bisa di PTUN-kan lebih baik ditunda, jangan sampai seperti kasus di Bengkulu berulang kembali di DKI. Ada pelanggaran dalam proses pelantikan malah merugikan kita sendiri," tutupnya.
(ded)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป