Pertamina Larang Pom Bensin Jual Solar

Jum'at, 07 September 2012 17:14 wib | Bramantyo - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) SOLO - PT Pertamina (Persero) mengeluarkan kebijakan larangan pembelian BBM bersubsidi untuk kendaraan pengangkut perkebunan dan pertambangan.

Assistant Manager External Relations PT Pertamina Jateng DIY Heppy Wulansari menyatakan, untuk menjalankan kebijakan tersebut, PT Pertamina region Jateng dan DIY telah menyiapkan beberapa langkah-langkah, di antaranya menambah jumlah pasokan BBM nonsubsidi.

"Pelayanan solar nonsubsidi itu dilayani oleh enam agen dengan menggunakan mobile SPBU (mobil tangki keliling). Jadi pembelian bisa melalui telepon kepada agen tersebut, sehingga mobil tangki akan segera mendatangi lokasi untuk pelayanan pembelian solar nonsubsidi bagi konsumen pertambangan dan perkebunan," jelasnya dalam surat elektronik yang diterima Okezone, Jumat (7/9/2012).

Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah terdapat 474 SPBU (pom bensin) dari 608 SPBU yang sudah sudah menyediakan Pertamax. Sementara Pertamina Dex sudah ada 19 SPBU yang melayani dengan menggunakan pulau pompa (curah) dan 249 SPBU menyediakan Pertamina Dex dalam Kemasan Jeriken.

"Sedangkan untuk wilayah DIY sebanyak 83 SPBU dari 91 SPBU yang siap melayani pembelian Pertamax. Sedangkan untuk Pertamina Dex sudah ada lima SPBU yang melayani pembelian dengan menggunakan pulau pompa (curah) dan 33 SPBU menyediakan Pertamina dex dalam kemasan jeriken," paparnya.

Di tempat terpisah, Humas Paguyuban Pengawas Pom Bensin Solo Jawa Tengah, Danang Romie Wijaya mengatakan, Informasi dari Pertamina yang diterima kalangan SPBU menyebutkan, mulai 1 September 2012, seluruh SPBU dilarang melayani pembelian BBM solar bersubsidi.

Larangan tersebut ditujukan untuk mobil tangki pengangkut BBM, mobil tangki pengangkut LPG dan mobil barang lainnya yang digunakan untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan.

Namun, pihak SPBU mengeluhkan dalam aturan yang diberlakukan Pertamina tidak mencatumkan juklak secara rinci. Terutama untuk kendaraan yang diperuntukan perkebunan dan pertambangan apakah diberlakukan atau tidak.

"Untuk truk tangki BBM dan pengangkut LPG, sudah jelas. Namun yang kendaraan barang untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan ini tidak dirinci. Terus  truk-truk pengangkut pasir juga dilarang membeli solar. Padahal truk itu kan pengangkut tambang galian C," paparnya kepada wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/9/2012).

Idealnya, selain memberlakukan kebijakan tersebut, Pertamina juga mengeluarkan aturan terperinci tentang kendaraan yang dilarang membeli BBM bersubsidi. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »