ICIS: Kasus Sampang Tak Perlu Dibawa ke Komisi HAM PBB

Kamis, 30 Agustus 2012 12:24 wib | Muhammad Saifullah - Okezone

ICIS: Kasus Sampang Tak Perlu Dibawa ke Komisi HAM PBB JAKARTA - Sekjen International Conference for Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi, berharap pemerintah dan rakyat Indonesia menuntaskan persoalan kekerasan di Sampang, Madura, secara internal. Intervensi pihak luar dikhawatirkan hanya akan menambah masalah.
 
"Upaya perorangan, kelompok, lembaga swadaya yang mau lapor ke HAM PBB bukanlah sikap yang terpuji sekalipun atas nama kemanusiaan. Karena laporan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah Sampang, bahkan hanya menambah masalah saja," ungkap Hasyim dalam keterangannya, Kamis (30/8/2012).
 
Sesungguhnya, nilai Presiden World Conference on Religions for Peace ini, meminta orang luar memukul bangsa sendiri merupakan bentuk kejahatan kerah putih (white collar crime). Sebab, dampak laporan semacam ini, dalam jangka panjang akan merusak Indonesia dalam skala multidimensi. "Seharusnya setiap masalah diselesaikan di kalangan bangsa sendiri dalam semangat ukhuwah islamiyah, nasionalisme, serta martabat bangsa," pintanya.
 
Secara bijak, Pengasuh Pesantren Al Hikam Depok ini memaklumi bahwa pemerintah tidak sempurna. Namun, kondisi seperti itu tetap tidak bisa dijadikan alasan merusak negara. Karena, pemerintah hanyalah penjaga negara, belum negara itu sendiri. "Jadi, kasus Sampang bisa diselesaikan tanpa menambah bahaya baru dengan melapor ke luar negeri," tegasnya.
 
Hasyim dalam kesempatan ini juga meminta kasus Sampang tidak dibumbui eksploitasi politik. Apalagi, bila eksploitasi tersebut untuk kepentingan  asing. Kalau pihak asing senantiasa memanfaatkan setiap titik kesalahan dari bangsa kita, jelas Kiai Hasyim, bisa dimaklumi itu sebagai bagian dari pemahaman historis materialisme kapitalis yang memang sudah melekat.
 
"Namun  kalau hal itu dilakukan oleh sebagian warga bangsa sendiri agar pihak luar negeri ' memukul' negara Indonesia sungguh tidak bisa dimengerti," cetusnya.
 
Kasus kekerasan di Sampang telah menyita perhatian dunia. NGO Amnesty International telah mendesak pemerintah Indonesia untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam serangan terhadap komunitas Syiah di Madura diadili. Langkah itu, menurut mereka, harus diambil guna melindungi pengungsi Syiah serta mencegah serangan lebih lanjut.
 
Selain itu, sejumlah pihak juga berencana melaporkan kasus ini ke PBB. Mereka mendesak kasus ini diusut tuntas dan akar masalahnya diselesaikan.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »