Dubes Afghanistan: Hubungan RI-Afghanistan Penuh Sejarah

Rabu, 15 Agustus 2012 08:23 wib | Khairisa Ferida - Okezone

Dubes Afghanistan: Hubungan RI-Afghanistan Penuh Sejarah Dubes Afghanistan Ghulam Sakhi Ghairat dan Dubes AS (Foto: Khairisa/Okezone) JAKARTA - Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Ghulam Sakhi Ghairat menilai positif hubungan yang dimiliki oleh Indonesia dengan Afghanistan. Hubungan kedua negara dianggapnya memiliki sejarah panjang.

Dubes Ghairat menyinggung hubungan Afghanistan-Indonesia yang disebutnya penuh sejarah mengingat Afghanistan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia 67 tahun silam.

"Pada 1954 kami membuka Kedubes kami di Jakarta dan pada 1965 Afghanistan mendukung pelaksanaan GNB. Presiden Soekarno sempat berkunjung ke Afghanistan pada 1961 dimana ia mendapat sambutan yang sangat meriah," jelas Dubes Afghanistan dalam acara buka puasa bersama di kediaman Duta Besar AS Scot Marciel di Jakarta, Selasa (14/8/2012).

"Kini, Presiden SBY pun memiliki komitmen untuk menjalin kemitraan dengan Afghanistan. Pada Juli, Indonesia berinisiatif mengadakan pertemuan di Kabul membahas bantuan dalam pembangunan dan pelatihan. Sementara sejumlah kerja sama dalam hubungan parlemen, organisasi perempuan dan pemuda juga terus ditingkatkan," tutur Ghairat.

Meski saat ini sudah terbebas dari kekangan Taliban, Afghanistan terus berbenah diri. Aksi kekerasan tampak masih terus terjadi di negara tersebut.

Di bawah Pemerintahan Presiden Hamid Karzai, Afghanistan berupaya keras untuk keluar dari jeratan aksi teror yang menerpa negaranya. Ancaman dari Al Qaeda dan Taliban hingga kini masih terus mewarnai dan mengancam keamanan di Afghanistan. Dengan rencana ditariknya pasukan koalisi pada 2014, Afghanistan pun harus berupaya keras memperkuat pasukan keamanannya agar mampu melawan teroris. (faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »