Getting time...

MEGAPOLITAN » 

Tak Semua Kader PKS Akan Dukung Foke

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Rabu, 15 Agustus 2012 06:37 wib
Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Dok. Okezone)
Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Dok. Okezone)

JAKARTA- Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dinilai hanyalah suara elite PKS dan tidak mewakili suara kader PKS.

Menurut pengamat politik, Andrinof Chaniago, keputusan tersebut akan membawa pengaruh bagi citra PKS. Bahkan, suara PKS diprediksi akan terpecah dan tak sepenuhnya mendukung pasangan Foke-Nara itu.  “Saya pikir itu hanya suara elite saja, suara kader di bawah tidak akan bulat,” kata Andrinof saat dihubungi Okezone, Selasa (14/8/2012) malam.

Dikatakan Andrinof , maksimal hanya 50 persen kader PKS di Jakarta yang akan mendukung Fauzi Bowo. “Itu maksimal, bahkan bisa kurang dari itu. Lihat saja di putaran pertama, berapa persen kader yang mendukung calon dari PKS, tidak sampai 50 persennya,” kata Andrinof.

Menurut Andrinof, dukungan Partai Politik kepada Fauzi Bowo, hanya akan sedikit mendongkrak suara Foke-Nara. “Pengaruhnya hanya sedikit, pemilih akan melihat apa yang dikerjakan oleh Calon, parpol hanya sedikit berpengaruh,” katanya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Golkar memutuskan mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pada putaran dua Pemilukada DKI Jakarta, September nanti.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Bachtiar Aly, mengatakan keputusan ini menjadi pertaruhan eksistensi kedua partai di kancah nasional. Karena itulah, dia menyarankan PKS dan Golkar tidak mendukung pasangan Foke-Nara dengan setangah hati.

“Kalau setengah hati akan mempengaruhi Pilkada di wilayah lain termasuk pemilihan legislatif 2014, masyarakat akan melihat PKS tidak kuat lagi,” katanya.

Kekalahan pasangan Hidayat-Didik pada putaran pertama lalu, kata dia, sudah jadi pukulan bagi PKS. Pasalnya saat Pemilukada 2007 silam, suara pasangan yang diusung PKS kala itu yakni Adang Darajatun-Dani Anwar masih mampu bersaing. Pukulan telak juga diterima Partai Golkar setelah suara pasangan yang diusung, Alex-Nono malah kalah dari calon independen.

“Ini sangat terpuruk. Artinya ini jadi barometer bahwa di Jakarta saja di depan massanya tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Dia menilai, sejauh ini dukungan yang diberikan PKS dan Golkar ke Foke-Nara sangat serius. Pasalnya, tidak ada pilihan lain lagi untuk mempertahankan kiprah partai di kancah nasional. Bachtiar tidak ingin menuduh adanya politik transaksional yang membuat PKS dan Gokar jatuh hati kepada Foke-Nara. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ugo)
  • pemerhati pemilukada DKI - 0 Tanggapan
    @hamba Allah siapa yang tidak amanah...? berdasarkan kriteria PKS, berari mereka juga tidak amanah. Jadi, pilihlah yang lebih amanah, yang benar-benar mengemban amanah dengan berbagai konsekuensinya hingga tuntas. Kalau mendukung seseorang, jangan buta, harus tetap kritis.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pemerhati pemilukada DKI - 0 Tanggapan
    @kaiser Kalau sudah tahu siapa yang bukan amanah, pilih saja yang amanah, yang menyelesaikan jabatan yang diembannya hingga tuntas. Atau kalau Jokowi amanah, mestinya dia mengundurkan diri dari jabatan walikota Solo. Ini tidak, dia mencoba peruntungan jadi gubernur DKI, kalaupun kalah masih bisa menjabat walikota Solo. Enak banget. Tapi, itulah kekurangan undang-undang kita.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • edan - 0 Tanggapan
    Saya kadang2 bingung juga kalau era tdk saling percaya ini msh ada elit parpol merasa punya kader yg loyal dan militan?. Masyarakat bawah itu semakin sadar bhw oknum2 elit parpol itu hanya pinjam diri dan kepala mereka utk diinjak agar oknum2 tsb bisa naik lbh tinggi. Secara sederhana uji petik saja brp kali elit2 parpol yg sdh duduk di jabatannya baik legislatif maupun eksekutif yg pernah mengunjungi pemilih2 "setia"nya itu ?. Menjadi anggota parpol bukanlah sebuah pekerjaan atau sebuah harapan, masyarakat hrs diberi wawasan bhw seorg pemimpin itu hrslah rendah hati, punya komitmen, dpt merasakan kesusahan rakyatnya, tdk munafik (pura2 baik). Dan juga pemimpin itu tdk hrs seorang yg ahli gali sumur, ahli gigi, ahli reaparasi TV, dlsb.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • eka - 0 Tanggapan
    Sebenarnya apapun pilihan PKS...bisa dipastikan mndapat hujatan dan fitnahan..itu sdh biasa..pengamat politik kan hnya melihat dr luar saja. Insyaallah suara PKS itu bulat k foke..untuuk alasan sdh disampaikan oleh id pemerhati pemilu dki
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Anonymous - 0 Tanggapan
    Berarti Pak Andrinov ga tahu betapa fanatik & taklidnya kader2 PKS thd garis2 partai, & juga insya a***h orang2 Jakarta faham bahwa Jokowi & Ahok itu didukung oleh partai PDIP & partai Gerindra, jadi omong kosong kalau mengklaim berkoalisi dgn rakyat, karena sejak awal didukung oleh partai, tentunya kepentingan partai lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA »