JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, meminta kepada musisi dangdut legendaris, Rhoma Irama, untuk memenuhi panggilan Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu).
Panggilan itu terkait ceramah Rhoma Irama yang dianggap menyudutkan pasangan calon gubernur lain, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dengan isu SARA.
"Kalau saya menyarankan untuk datang," kata Nachrowi, ditemui di Condet, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2012).
Menurutnya, Panwaslu berencana memeriksa Rhoma pada Senin pekan depan. Nara mengaku sudah melihat video Rhoma yang diduga berisi hasutan. "Saya sudah melihat isi video. Tapi bedakan apa yang dimaskud haji Rhoma dengan akidah," terang dia.
Rhoma Irama diduga telah menyudutkan pasangan cagub Jokowi-Ahok, sapaan populer mereka, dengan berbau SARA saat berceramah dalam salat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Akibatnya, Rhoma belakangan dilaporkan ke polisi.
Rhoma terancam dijerat Pasal 78 huruf (b) dan (i), serta Pasal 116 ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2004 dengan hukuman maksimal 18 bulan penjara. Ia diduga melanggar aturan soal kampanye di luar jadwal, menghina pasangan calon dengan isu SARA, dan berkampanye di dalam tempat ibadah.
Narchrowi mengaku isu SARA tidak bisa dibenarkan. Namun, kata Nara, terkait kasus Rhoma Irama harus dilihat dari tujuan semula yakni, menjalankan ibadah.
"Tapi kalau seseorang beribadah sesuai dengan ajarannya itu wajib hukumnya. Jadi tolong bedakan SARA dengan orang melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya," tandasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengaku ketika dirinya menjabat menjadi orang nomor satu di Jakarta itu belum ada terjadi hal-hal seperti itu.
"Saya menegaskan bahwa Ini saya sebagai gubernur ya saya bicara. Isu SARA itu tidak berkembang di Jakarta. Hampir lima tahun saya jadi gubernur hal-hal seperti itu, kenapa tidak ada karena negara ini negara pancasila," kata Foke ditemui di Kantor PKS hari ini.
Menurutnya Rhoma Irama dalam mengeluarkan pernyataan tersebut wajar karena tugasnya menyampaikan dakwah. "Saya kira kalau dilihat dalam konteksnya pendapat saya dia sebagai da'i tidak ada yang keliru. Dan saya mengajak umat tidak mendepankan isu sara siapa pun," tutupnya.