JAKARTA - Salah seorang Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berjanji membenahi angkutan umum di Jakarta, termasuk pelayanan bus Transjakarta. Pria yang kerap disapa Jokowi itu mengaku, tak ambil pusing dengan status pengelolaan bus Transjakarta.
"Yang paling penting pelayanan terbaik yang kami pakai. Tidak urusan apa kelembagaannya, mau BLU (Badan Layanan Umum), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), atau dikelola dinas, yang penting masyarakat terlayani dengan baik. Golnya di situ," ungkap Jokowi seusai kampanye terbuka di Parkir Timur Senayan, Minggu (1/7/2012).
Menyoal tidak adanya Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada bus Transjakarta selama delapan tahun, menurut Jokowi hal itu harus segera dibenahi.
"Termasuk kalau (armada) sudah tak layak, diganti. Kalau soal status, jika baik menggunakan BLU ya pakai BLU, kalau baik menggunakan BUMD, ya pakai BUMD. Yang penting masyarakat terlayani," terangnya.
Cagub yang diusung PDI P dan Partai Gerindra itu juga menerangkan pembenahan angkutan umum di Jakarta adalah yang pertama diterapkan, sebelum menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan.
Menurutnya seluruh koridor busway harus dipenuhi termasuk armadanya, pembangunan monorel, dan MRT harus segera diselesaikan,
"Termasuk re-design tata ruang. Kantor dan pemukiman jangan berjauhan. Targetnya empat tahun busway dan monorel selesai. Kalau MRT, delapan sampai sembilan tahun. Itu realistis. Membeli barang mudah, tetapi non teknisnya yang sulit," sambungnya.
Terkait pembenahan angkutan umum di Jakarta, Jokowi mengatakan akan memakai pola hibah untuk meremajakan angkutan umum yang ada. Menurutnya pengusaha angkutan tidak akan keberatan armadanya diganti dengan yang baru, asal tidak dibebankan apa-apa.
"Masa mau diganti yang baru tidak mau? Kalau peremajaan angkutan dan angkutan massal selesai, baru masuk kebijakan seperti pembatasan kendaraan atau dikenakan pajak tinggi. Banyaklah jurusnya, yang penting fasilitas infrastruktur selesai dulu," pungkasnya.