KPUD & Panwaslu DKI Didesak Tuntaskan Kisruh DPT

Kamis, 28 Juni 2012 21:13 wib | Rizka Diputra - Okezone

KPUD & Panwaslu DKI Didesak Tuntaskan Kisruh DPT Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Jakarta (Amjak) berunjuk rasa di Gedung KPUD DKI Jakarta dan Panwaslu DKI Jakarta. Mereka menuntut KPUD dan Panwaslu menuntaskan kisruh dalam kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelum Pilgub DKI Jakarta digelar.
 
“Pemilihan Umum Kepala Daerah sudah memasuki tahapan kampanye, namun pada kenyataannya proses Pemilukada sendiri masih dihantui berbagai permasalahan yang dalam waktu sekejap akan menjadi bom waktu demokrasi yang akan terus berdetak, jika dibiarkan tanpa ada penyelesaian dari pihak-pihak yang terkait,” terang Koordinator Lapangan Amjak,  Wiwit Susanto di Jakarta, Kamis (28/6/2012).
 
Wiwit menjelaskan, tercatat, sejumlah permasalahan mendasar kerap masih menghantui proses Pemilukada. Kekisruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga kini masih belum tuntas.
 
Setidaknya ratusan ribu nama ganda atau bisa disebut suara siluman menjadi persoalan. Keterlibatan aparat dari Pemprov DKI, Kota, Kecamatan, Kelurahan bahkan RW dan RT pun patut disesalkan.
 
Persoalan mengenai adanya penggelembungan APBD Jakarta untuk bantuan sosial lanjut Wiwit, tahun ini anggarannya mencapai Rp1,3 triliun.
 
Hal ini kata Wiwit, sebenarnya sudah dilaporkan Indonesian Corruption Watch (ICW) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Alokasi dana hibah dan Bansos jauh sebelum pilkada relatif kecil, namun saat mendekati pilkada mendadak melonjak tinggi dari Rp800 miliar pada 2011 ke Rp 1,3 triliun pada 2012, ini sangat rentan terhadap penyelewengan penggunaan dana tersebut,” bebernya.
 
Dia pun mendesak KPK menindaklanjuti laporan dari ICW dan mengusut penggelembungan dana APBD Jakarta terkait dengan bantuan sosial tersebut.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »