Perakit Senpi di Cipacing Belajar dari Internet

Jum'at, 08 Juni 2012 14:44 wib | Tri Kurniawan - Okezone

Perakit Senpi di Cipacing Belajar dari Internet ilustrasi (okezone) JAKARTA- Pemilik pabrik senjata api rakitan di Cipacing, Sukabumi, Jawa Barat, Teten belajar membuat senpi secara otodidak. Dia tahu mengenai senpi dari internet dan buku.

Dari hasil penggerebekan terhadap dua pabrik milik Teten, petugas menemukan dua CPU komputer dan majalah berisi ulasan mengenai senjata api.

"Dia buat desain cikal bakal senpi dibantu gambar dan dia browsing dari internet," kata Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Hery Heryawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Menurut Hery, Teten sudah bertahun-tahun memiliki keahlian merakit senpi. Awalnya, seperti masyarakat Cipacing lainnya, dia membuat senapan angin. Namun, keuntungan yang berlipat ganda dari penjualan senjata api membuatnya tergiur untuk beralih.

"Ini pabrikan home industri tapi mirip organik, dia berkedok senapan angin," ungkapnya.

Meski sudah bertahun-tahun bergelut dengan senjata api rakitan, tak lantas hasil karyanya sama seperti senjata asli. Hery mengatakan laras senjata api yang dibuat Teten tidak memiliki alur.
"Alurnya yang beda, kalau asli ada alur dan palsu tidak ada alur pada laras," paparnya.

Teten mampu memproduksi senpi satu senpi dalam satu hari. Satu pucuk senpi dijual seharga Rp3 juta. Pelaku kejahatan yang membeli senpi dalam jumlah besar akan mendapat bonus peluru.

"Dia juga buat sablon merek agar senjatanya menyerupai asli. Mereknya ada Sig Hour dan King Kobra," paparnya. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »