Serba-Serbi Pasar Senen

Senin, 28 Mei 2012 10:18 wib | Stella Chrisfanni - Okezone

Suasana di Stasiun Senen (Foto: Dok Okezone) Suasana di Stasiun Senen (Foto: Dok Okezone) Kawasan Pasar Senen sudah dikenal sejak zaman pergerakan kemerdekaan. Senen menjadi tempat mangkal kawanan preman, juga tempat tongkrongan pejuang kemerdekaan. Sebut saja, misalnya, Adam Malik, Khairul Saleh, AK. Gani hingga mantan Presiden Soekarno pun pernah singgah dan berdiskusi di tempat ini.

Mengapa dinamakan Senen? Menurut sejarawan Betawi, JJ Rizal, karena awal perdagangan di pasar ini dimulai pada hari Senin (Senen dalam logat Betawi). Sejak saat itu, Senen menjadi pusat perekonomian, pusat hiburan, dan kandang para preman. Sempat muncul istilah “buaya Senen” yang berisi para bandit dengan segala kejahatan di dalamnya.

Istilah preman sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu vrijman, berarti orang bebas yang dikonotasikan negatif untuk menyebut para buaya Senen. Meskipun, preman kala itu disimbolkan sebagai unsur perlawanan terhadap penjajah Belanda.

“Pasar Senen tidak lepas dari cerita Nyai Dasima. Warna yang diwariskan Nyai Dasima serta keberadaan preman mempertahankan ciri khas Senen itu sendiri,” kata Rizal kepada Okezone belum lama ini. Tokoh preman yang paling tersohor di kawasan Senen kala itu adalah Sapi’ie alias Bang Pi’ie.

Meski sangar, pada akhirnya Bang Pi’ie taubat dan mengajak preman-preman Senen untuk kembali ke jalan yang benar. Bang Pi’ie juga sempat mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Keamanan Jakarta dari Gubernur Ali Sadikin.

Selain preman, kawasan ini menjadi tempat berkumpul para Seniman pada awal tahun 1950-an. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Soekarno M Noor, Dalasi Syamsuar, Dahlan Arpandi, dan Ajip Rosidi, kongkow di warung-warung kopi di daerah Senen. Bahkan, cikal bakal kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, juga berasal dari tongkrongan Senen.

Dari segi bangunan, Pasar Senen yang sudah ada sejak tiga abad lalu itu tidak bisa dipisahkan dari budaya Tionghoa. Toko-toko dan bangunannya berarsitektur gaya China. Namun, cagar budaya itu dibongkar oleh Ali Sadikin saat meremajakan Senen.

Bang Ali lantas menjadikan kawasan Senen sebagai pusat perekonomian yang terdiri dari pasar kue subuh, pasar tradisional, pasar pakaian, dan bursa buku murah Kwitang. Senen juga dijadikan pusat hiburan dengan hadirnya bioskop Senen yang masih berdiri hingga saat ini.

Bergeser dari terminal Senen, kini berdiri Pusat Grosir Senen Jaya, pasar modern yang terhubung dengan mal Atrium Senen. Meski memiliki pasar modern, pasar tradisional tetap tidak disingkirkan. Pasar tradisional tetap eksis melayani pembeli dari pukul 04.00 WIB subuh hingga pukul 18.00 WIB.

Senada dengan pasar tradisional, bursa pakaian bekas juga masih menghiasi siang hari di kawasan Senen. Baju-baju yang sebagian merupakan sisa ekspor atau bahan gagal (reject) juga bekas pakai ini sebagian besar berasal dari negeri ginseng, Korea.

Menjelang petang, mobil pengangkut kue berdatangan dan pelataran depan proyek Senen dipenuhi lapak-lapak kue hingga Subuh menjelang.

Bergeser ke timur pasar, Bioskop Senen, yang dulu bernama Planet Senen, juga masih berdiri, meski kurang diminati menyusul bertebarannya bioskop-bioskop yang lebih nyaman dengan film-film yang juga lebih up to date.

Bioskop ini memiliki dua studio, di bawah Grand Agung yang menayangkan film-film usang. Harga karcisnya pun hanya Rp5.000. Sedangkan di lantai dua, ada Mulia Agung yang menayangkan film-film yang lumayan baru, walaupun tidak sama masa tayangnya dengan bioskop-bioskop kenamaan. Pengunjung dibanderol Rp6.000 di bioskop ini.

Pengunjung bioskop Senen umumnya tidak menghiraukan film-film yang masa tayangnya kedaluarsa, bangku yang tidak nyaman, dan hawa panas. “Yang penting saya nonton, butuh hiburan, murah pula. Itu saja,” ungkap Hendri, warga Ciputat.

Selain terminal, pasar tradisional, dan bioskop, Senen juga punya stasiun kereta api yang masih menjadi primadona masyarakat Jakarta. Warga rela mengantre, bahkan menginap demi mendapatkan tiket murah di stasiun ini. Terutama pada libur panjang dan hari raya. Itulah Pasar Senen.
(ded)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป