PDIP: Pemilukada DKI Makin Tidak Sehat

Rabu, 09 Mei 2012 08:04 wib | Tri Kurniawan - Okezone

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Pemilukada DKI Jakarta mulai diwarnai black campaign. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai proses pemilihan orang nomor satu di Ibu Kota semakin tidak sehat.

Menurut Ketua DPC PDIP Jakarta Timur, William Yani ini mungkin baru pertama kali Pemilukada DKI diramaikan dengan cara yang tidak demokratis.

"Setahu saya, Pemilukada sebelumnya termasuk yang kemarin tidak ada cara-cara seperti ini. Jadi saat ini persaingan sudah makin tidak sehat," kata pria yang akrab disapa Willi ini saat berbincang dengan Okezone, Rabu (9/5/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin lalu, puluhan orang yang tergabung kedalam Gerakan Pemuda Peduli Jakarta (GMPJ) menggelar aksi untuk menolak bakal calon gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan juga Alex Noerdin, sebagai calon pemimpin Jakarta, Mei 2012.

Mereka menilai Jokowi dan Alex memiliki fakta-fakta yang tidak baik jika menjadi pemimpin.

Willi mengaku tidak pernah mendengar nama LSM GMPJ. Kegiatan GMPJ, menurutnya juga perlu dipertanyakan. Meski tidak pernah terdengar namanya, namun tiba-tiba menolak pasangan Alex-Nono dan Jokowi-Ahok menjadi pemimpin Jakarta.

Willi menduga, GMPJ sengaja dibentuk hanya untuk unjuk rasa mengarah ke black campaign. "Kalau mereka bilang akan mengungkapkan berani menugnkapkan kekurangan calon, mereka berani enggak mengungkapkan kekurangan Foke," tegasnya.

Kata dia, pasangan yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama hanya bisa menerima perlakuan tersebut. Jokowi tidak berniat untuk balas dendam dengan cara menjelek-jelekkan calon lain.

"Kalau kita bicara dengan Pak Jokowi beliau nerimo saja. Kita tidak boleh anarkis," tuturnya. (trk)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป