"Penembak John Kei Harus Sekolah Lagi"

Senin, 05 Maret 2012 12:19 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

John Kei (Ilustrasi: Agung/Okezone) JAKARTA - Indra Sahnun Lubis selaku pengacara John Kei, menyatakan polisi tidak profesional dalam bekerja. Terlebih dalam proses penangkapan yang terkesan sewenang-wenang dalam menembak orang dengan alasan akan melarikan diri.
 
"Polisi tidak profesional, kenapa harus ditembak. Kalaupun melarikan diri ada peringatan pertama dan kedua, ini kenapa main tembak. Ini menunjukan polisi kita harus disekolahkan lagi dan diuji ulang jadi polisi, inilah yang enggak benar," ungkap Indra kepada wartawan usai sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (5/3/2012).
 
Menurutnya, penembakan yang dilakukan terhadap kliennya bukan hanya menyakitkan John dan kelurganya, tapi juga masyarakat luas. "Apalagi suku yang namanya Kei, itu satu suku marah semua atas perlakuan polisi yang tidak berdasar hukum dan melanggar Undang-Undang," lanjutnya.
 
Padahal sebelumnya, Indra menerangkan sebelum John Kei ditangkap, kuasa hukum sempat ingin menyerahkannya ke kepolisian tapi mereka bilang belum perlu. "Sedangkan kita sebelum ditangkap sudah mengajukan penyidik, kami akan menyerahkan John Kei jika dibutuhkan atau tidak. Kata penyidik belum perlu. Dua kali dia datang, lawyer-nya menawarkan John Kei diserahkan supaya diperiksa. Tapi tidak ditanggapi ini kan sangat memprihatinkan, polisi kita tidak profesional," tegasnya.
 
Indra meminta kepada Kapolri beserta jajarannya dan reserse, atau bila perlu polisi seluruh Indonesia untuk diajari lagi aturan tentang penangkapan.
 
"Harus di didik lagi. Ini berkali-kali jangan dikatakan ini masalah premanisme, kita bicara soal penangkapan. Kalau bicara premanisme, kemarin di Ciamis, ada polisi mabuk-mabukan sampai menabrak masyarakat. Ini yang menunjukan polisi kita harus dididik lagi," simpulnya.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »