Getting time...

MEGAPOLITAN » 

Formula Tolak Kecurangan dalam Pemilukada DKI

Muhammad Saifullah - Okezone
Rabu, 22 Februari 2012 17:36 wib wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Sejumlah kalangan mendeklarasikan Forum Muda Lintas Agama (Formula). Deklarasi Formula sekaligus dilaksanakan untuk menolak kecurangan dalam Pemilukada DKI.
 
Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies, Mulyana W Kusumah menyatakan Pemilukada DKI harus sukses tanpa kecurangan. "Misalnya terdapat pemalsuan dukungan kepala daerah melalui jalur independen di antaranya terkait dengan dukungan palsu," kata Mulyana dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (22/2/2012).
 
Dalam membangun Jakarta, menurut dia, tidak cukup hanya dengan logika awam. Dia mencontohkan, untuk meniadakan pembangunan jalan tol, tidak bisa dengan pendekatan awam. Solusinya Jakarta harus dipimpin teknokrat karena hanya dia yang bisa punya visi teknokratik. Sehingga bisa membuat sistem dengan baik dan efisien. “Kita tidak bisa berharap pada mereka yang di tingkat konsep saja sudah payah," katanya.
 
Adapun terkait kompetensi dan elektabilitas, kata Mulyana, para kandidat harus mampu menang secara elegan dengan tidak melakukan kecurangan dan melakukan pemalsuan hak politik warga negara.
 
"Misalnya dengan memalsukan dukungan, KTP ganda melalui broker KTP, jadi dia bukan menang, menang harus melalui pemilukada yang bersih karena kalau dengan cara mencurangi apalagi pidana pemalsuan dukungan ke depannya akan merugikan," katanya.
 
Pemilukada, kata dia, bukan tempat eksperimen politik. Karenanya, masalah kompetensi menjadi hal penting untuk dipertimbangkan dalam Pemilukada DKI. Selain itu, kata dia, Jakarta adalah provinsi dengan heterogenitas yang tinggi. Sehingga membutuhkan sosok pemimpin yang punya orientasi pluralisme. “Pemimpin Jakarta ke depan harus memiliki relasi sosial politik terhadap berbagai kelompok yang ada di Jakarta dan memiliki akseptibilitas yang tinggi," ungkapnya.
 
Sementara itu, tokoh keagamaan, Firdaus Turmudji, menyatakan pemimpin harus membangun karakter dalam memperkuat keragaman adalah memperkuat jati diri. "Sebab ketika kita paham jati diri kita maka kita akan paham betul siapa kita, kekacauan kerap terjadi karena pengacau tidak paham siapa jati dirinya," tandasnya.

(ful)