Jual Bayi Kembar di ITC Depok, Wanita Paruh Baya Dibui

Selasa, 21 Februari 2012 15:25 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

Ilustrasi (Foto: okezone) Ilustrasi (Foto: okezone) DEPOK – MS alias Tia (49) warga Jalan PLN Gang Botoh RT 022/06 Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere, Depok ditangkap polisi karena tega menjual dua bayi kembar laki–laki malang berusia 12 hari.

Wanita paruh baya itu kini ditahanan Polres Depok karena terbukti sebagai sindikat perdagangan bayi.

Pelaku pun ditangkap dengan cara dijebak. Yakni anggota polisi menyamar sebagai konsumen yang sedang mencari bayi. Adalah anggota Polsek Limo yang menyamar sebagai Rangga.

Berbekal informasi dari masyarakat pelaku seringkali melakukan penjualan bayi, Rangga pun memesan agar dicarikan bayi karena ada yang mau memelihara. Saat itu pelaku mengaku belum ada stok, dan berjanji akan dicarikan.

Kemudian pelaku menghubungi temannya EJ di wilayah Bogor untuk dicarikan bayi. Saat itu calon bayi yang dijanjikan belum lahir. Delapan hari kemudian, bayi kembar berjenis kelamin laki–laki diambil dari orang tuanya dengan alasan akan dirawat oleh saudaranya.

Orang tua bayi pun diberikan uang Rp1.850.000 untuk biaya persalinan. Sementara bayi tersebut akhirnya diserahkan kepada Rangga setelah kontak melalui telepon.

Serah terima dilakukan pada Jumat (17/02) pukul 14.00 WIB di parkiran ITC Depok.  Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan pelaku saat itu melakukan tawar menawar harga bayi tersebut.

“Akhirnya diputuskan satu bayi harganya Rp20 juta, berarti ada dua bayi Rp40 juta, saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan alasan ada yang ingin mengadopsi, pelaku pun saat itu dijebak masuk ke dalam mobil, hingga akhirnya diamankan,” paparnya kepada wartawan, Selasa (21/02/12).

Mulyadi menambahkan tersangka akan dijerat dengan pasal 83 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 2 ayat 1 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

“Ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun, denda paling banyak Rp300 juta, dan paling sedikit Rp60 juta,” tegasnya. (crl)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป