Tekan Harga, Songket Sumbar Mudah Dipasarkan

Senin, 19 Desember 2011 10:21 wib | Lastri Marselina - Okezone

Tekan Harga, Songket Sumbar Mudah Dipasarkan Koleksi Novia Hertini (Foto: Dok.APPMI) KAIN songket khas Sumatera Barat diketahui memiliki harga tinggi karena menggunakan benang emas sebagai sulamannya. Dengan menekan harga, songket dapat lebih cepat terjual.  
Pengrajin tenun di beberapa daerah Sumatera Barat (Sumbar), diketahui masih hidup serbakekurangan. Hal ini karena lamanya proses pembuatan dan kesulitan mendapatkan pembeli yang bersedia membayar pantas.
 
Belum lagi kendala bahan baku dan benang emas yang semakin sulit mereka dapatkan.
 
Melihat fakta di lapangan, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sumatera Barat menyarankan sebuah perubahan sistem.
 
"Satu helai bisa mereka kerjakan enam bulan hingga setahun. Selama itu mereka harus menekan biaya hidup, sebelum songket terjual sekira Rp5 juta hingga 6juta," jelas Jadin C Djamaludin selaku Penasihat BPP APPMI sebelum Pagelaran Malam Karya Anak Nagari 2011 di Sati Hall, Pangeran Beach Hotel, Padang, belum lama ini.
 
Ditambahkan Jadin, menekan biaya sekaligus bekerja sama dengan desainer untuk mengubah songket menjadi busana ready-to-wear akan meningkatkan pemasukan para pengrajin.
 
"Konsep dan motif tetap dipertahankan. Di Sumatera Barat, kekuatan fesyennya terletak pada busana muslim. Dan songket terbaik ialah Pandai Sikek," tutupnya.
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »