Wholesale LotteMart Siap Bertarung di Pasar Ritel Nasional

Kamis, 08 September 2011 16:38 wib | Andina Meryani - Okezone

Wholesale LotteMart Siap Bertarung di Pasar Ritel Nasional ilustrasi LotteMart Foto: Landtoday JAKARTA - Bisnis ritel hipermarket kedatangan "pendatang baru" di pertengahan tahun lalu. Raksasa hipermarket asal negeri ginseng, LotteMart, mengakuisisi raja 'kulak' lokal Makro di tahun 2008 lalu. Jadilah PT Lotte Shopping Indonesia (LotteMart Wholesale) ikut meramaikan medan perang bisnis hipermarket dalam negeri sejak 19 April 2010 lalu.

Sebelumnya bisnis ritel hipermarket nasional telah diisi oleh sejumlah pemain baik asing maupun lokal seperti Giant, Hypermart, Carrefour.

Adapun sejarah perkembangan LotteMart di negeri asalnya dimulai dari pembukaan cabang pertama perusahaan adalah cabang Gangbyeon. Cabang tersebut dibuka pada April 1998 di Guui-Dong, Gwangjin-gu, Seoul. Penjualan dari Lottemart ini melebihi 1 triliun Won pada akhir tahun 2000, memecahkan rekor penjualan maksimum dalam periode terpendek. Pada Desember 2006, Lotte membuka cabang ke 50 di Bupyeong, yang juga menorehkan prestasi historis untuk membuka toko rabat dalam jangka waktu terpendek. Di dalam lingkungan yang berkembang pesat, cabang Lottemart ke 63 telah mulai beroperasi pada Januari 2008. Pada 2013, sekira 110 cabang di korea akan berorientasi untuk merealisasikan penjualan 10 triliun won.

Sementara itu, saham PT Makro Indonesia yang mengoperasikan 19 Supermarket Makro telah diakuisisi pada Oktober 2008. Untuk pertama kalinya, Lotte mengoperasikan pasar distribusi di Indonesia sebagai Bisnis Distribusi Domestik. Sementara itu cabang pertama LotteMart juga telah dibuka di Saigon selatan, Ho Chi Minh, Vietnam pada 18 Desember 2008, dengan periode persiapan selama dua tahun. Seperti yang anda lihat, Lottemart sebenarnya adalah bisnis distribusi berskala global yang mengoperasikan 29 cabang di tiga negara, yaitu China, Indonesia, dan Vietnam.

"Kami Lottemart, pada Oktober 2008, telah mengakuisisi 100 persen saham dari perusahaan Belanda-Indonesia yang bernama PT Makro Indonesia, yang mengoperasikan 19 toko. Hal tersebut adalah tonggak awal kami dalam memasuki pasar Indonesia," Presiden Direktur LotteMart Young Pyo Moon.

Dengan semangat sukses di negaranya dan menggunakan pengalaman "tahu-bagaimana" dalam memasuki pasar China, Vietnam dan Indonesia, dirinya percaya bahwa memasuki tiga pasar Asia ini, akan menjadi langkah luar biasa untuk menyelesaikan tugas kami sebagai perusahaan global di dalam era ekonomi global yang cepat berubah.

"Kami percaya, Lottemart akan membawa tren baru dalam bidang pasar hipermarket Indonesia," tegasnya.

LotteMart Wholesale dahulu bernama Makro adalah sebuah layanan perdagangan mandiri dengan perkiraan 40.000-50.000 personel di setiap toko. Meski berganti wajah, LotteMart Wholesale mengaku tidak akan mengubah konsep dasar dari makro Indonesia sebagai pemain utama di bidang perkulakan di Indonesia dengan tetap memfokuskan diri pada pelanggan korporasi (Hotel, restoran, katering, UKM, penyedia jasa). Meskipun demikian Lottemart Wholesale juga tetap akan melayani pelanggan individual.

Direktur Komersial Lotte Mart Joseph V Buntara menjelaskan, pada tahun ini, Lotte Mart akan fokus untuk memacu pertumbuhan gerai-gerai hipermarket. Pada saat ini, Lotte Mart mengoperasikan sebanyak 19 gerai wholesale di Indonesia. Konsep wholesale merupakan sistem yang sebelumnya diterapkan oleh PT Makro Indonesia sebelum diakuisisi 100 persen oleh Lotte Mart.

"Ke depan, konsep wholesale dan hipermarket akan diseimbangkan. Sementara ini, karena gerai wholesale lebih banyak, automatis pertumbuhannya lebih tinggi. Tahun 2011, kami fokus hipermarket. Yang wholesale, kita perkuat gerai yang ada," ujarnya.

Untuk memperkuat ini Unilever Food Solutions (UFS) bekerja sama dengan Lotte Mart Wholesale. UFS, lanjutnya, membidik konsumen hotel, restoran, katering (horeka) dari Lotte Mart.

"Pada saat ini, UFS baru diluncurkan di gerai Lotte Mart Pasar Rebo. Selanjutnya, kami berencana menerapkan di gerai Ciputat. Yang pasti, untuk menerapkan UFS, kami mempertimbangkan berbagai aspek dan peluang. Salah satunya, pelanggan Horeka di sekitar gerai itu lebih dari 20 persen," jelasnya.

Direktur Operasional Lotte Mart Wayan Gede Suci menuturkan, pada saat ini, pelanggan Horeka sekira 15-20 persen dari total pelanggan.

"Target kami, menaikkan pelanggan Horeka dengan keaktifan di atas 60 persen. Saat ini, pertumbuhan bisnis Horeka sekira enam persen, dengan keaktifan sekira empaat sampai delapan kali per bulan. Setiap bulan, pertumbuhannya bagus. Yang pasti, peluang pertumbuhannya masih bagus di Indonesia," kata Wayan.

Seperti diketahui, Lotter Mart membuka cabang pertamanya di Korea pada 1998 dan kemudian menjadi perusahaan global yang mengoperasikan 187 gerai, terdiri dari 86 gerai di Korea, 78 gerai di China, 21 gerai di Indonesia, dan dua gerai di Vietnam dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.

Pada November 2008, Lotte Mart mengambil alih 100 persen saham PT Makro Indonesia yang mengoperasikan sebanyak 19 gerai Makro.

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan bahwa Lotte Group, akan melakukan investasi di Indonesia dalam waktu empat tahun ke depan dengan nilai dari investasi itu adalah sekira USD6 miliar.

Hidayat menuturkan, dana investasi tersebut, akan digunakan Lotte untuk mengembangkan bisnis ritel mereka yang sudah ada di Indonesia yaitu Lotte Mart.

Alasan Lotte mengembangkan bisnis di Indonesia, menurut Hidayat, karena prospek bisnis di Indonesia yang masih menjanjikan. Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, Lotte akan menambah sebanyak 60 gerai hingga 2015.

"Mereka juga membangun sejenis restoran cepat saji dan pusat perbelanjaan. Mereka benar-benar mau mengembangkan bisnis ritel mereka," tambah Ghita.

Pembanguan 60 ritel Lotte Mart, lanjut Gita, akan dilakukan di seluruh Indonesia. Lotte, kata Gita, kemungkinan besar akan melakukan pengembangan bisnis ritel hypermart. "Mereka cukup fleksibel untuk itu," ucap Gita.

Hal senada juga diungkapkan oleh Chairman Lotte Group Korea Dong Bin Shin. Menurutnya, peluang bisnis di yang cukup bagus akan Indonesia mendorong pengembangan bisnis ritel Lotte Group. "Kita akan mengembangkan bisnis Hypermart, petrokimia, dan cafetaria," tutur Dong. (sandra karina (koran SI)) (and)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »