AJB Bumiputera Bidik Total Dana Kelolaan Rp12 Triliun

Rabu, 24 Agustus 2011 11:30 wib | Erichson Sihotang - Koran SI

Ilustrasi Ilustrasi JAKARTA - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 menargetkan total dana kelolaan hingga akhir tahun sebesar Rp12 triliun. Per Juli 2011 total dana kelolaan perusahaan telah mencapai Rp10 triliun.

Direktur Utama Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Dirman Pardosi mengatkan, komposisi penempatan dana kelolaan sebanyak 49 persen ditempatkan di surat-surat berharga, saham dan reksadana sebanyak 20 persen, deposito 10 persen, polis delapan persen, tanah dan bangunan 13 persen.

"Dana kelolaan sekira Rp10 triliun per Juli dan akhir tahun ada tambahan Rp2 triliun," ujarnya usai acara Ramadan Gathering: Menyongsong Satu Abad Bumiputera, di Jakarta, Selasa (23/8/2011) malam.

Dirman menambahkan, untuk meningkatkan penetrasi pasar, tahun ini akan dibuka saluran distribusi alternatif. Misalnya, kata dia, melalui general agency system dengan menjual produk unitlink dan bancassurance. Untuk mendukung hal itu, Bumiputera masih menyempurnakan strategi investasi dan proses bisnis berbasis teknologi informasi.

"Kita baru menguji coba tapi dipasarkan tahun depan, belum keluar izin baru efektif 2012, tahun ini diharapkan. Kita siapkan manajer investasi, belum dipilih dan kita masih dalam rencana persiapan dan propose ke Bapepam LK. September unit file dan Oktober mudah-mudahan izin diperoleh," tukasnya.

Dirman menambahkan, untuk pembayaran kewajiban Bumiputera ke pemegang polis berupa klaim hingga Juli mencapai Rp2 triliun. Menurut Dirman, klaim tersebut mengalami kenaikan sebanyak lima persen. Adapun jenis klaimnya sebagian besar berasal dari  jenis klaim beasiswa atau pendidikan dan habis kontrak sebanyak 50 persen, penebusan 30 persen, kematian 15 persen, dan lima persen adalah klaim lain-lain seperti kesehatan.

Terkait dengan jalur distribusi, jalur keagenan masih menjadi jalur distribusi utama dan terdapat sekira 27 ribu agen dan 94 persen di antaranya atau sebanyak 25.380 merupakan agen berlisensi. Dirman menambahkan, sertifikasi ini belum sepenuhnya menyentuh agen Bumiputera karena terkendala faktor domisili. Menurut dia, hingga akhir tahun tidak akan ada pertambahan jumlah agen.

"Kita tidak tambah agen karena kita pakai blok sistem, dia kerja di wilayah jadi tidak perlu nambah mecuali perluasan wilayah. Broker kita pakai tapi bukan sebagai main channel," tandasnya. (Erichson Sihotang /Koran SI/wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป