Dokter RS Wahidin Makassar Lakukan Malapraktik?

Senin, 31 Mei 2010 20:03 wib | Andi Aisyah - Okezone

wordpress (ilustrasi) wordpress (ilustrasi) MAKASSAR - Seorang pasien Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar melaporkan seorang dokter ahli jantung ke polisi. Dokter tersebut didapati memasangkan cincin kepada jantung pasien, padahal jantungnya tak bermasalah.

Hal itu dialami Rachmawaty Sabaruddin (42). Dia mengaku dipasangkan dua buah cincin (stent) di bagian pembuluh darah jantungnya pada 30 April 2010. Pemasangan itu sesuai anjuran Ali Aspar Mappahya yang merupakan dokter ahli jantung di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar.
Rachmawaty mengaku sering menderita sesak pada bagian dada setelah dipasangkan cincin tersebut. “Ini adalah malapraktik. Saya justru merasa tambah sakit usai pasang cincin. Dokter di Rumah Sakit Harapan Kita mengatakan keadaan jantung Saya baik-baik saja, kenapa harus dipasangi cincin,” terang Rachmawaty, Senin (31/5/2010).
 
Karena itu, Rachmawaty ditemani penasehat hukumnya Tadjuddin Rachman melaporkan Ali Aspar ke Mapolda Sulselbar. Dalam keterangannya di depan polisi, Rachmawaty mengaku sepuluh hari usai pemasangan cincin, pihaknya berkonsultasi dengan dokter di Rumah sakit Harapan Kita di Jakarta.
 
Pihak Harapan Kita menurut Rachmawaty menyatakan pembuluh darahnya cukup bagus sehingga tak perlu dipasangi cincin. “Katanya tak ada penyempitan pembuluh darah seperti dikatakan dokter Ali Aspar. Pemasangan itu dilakukan karena ada nyeri di bagian dada,” ujar Rachma.
 
Sementara itu, kuasa hukum Rachmawaty, Tadjuddin Noor mengungkapkan, pihaknya menduga sang dokter melanggar UU Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 pasal 45 tentang pasien tidak mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis dan risikonya.
 
Tadjuddin meminta Ali Aspar dituntut dengan KUH Pidana pasal 267 tentang dokter/tabib yang memberikan surat keterangan pasien tentang ada dan tidak adanya penyakit dengan tuntutan penjara empat tahun.
 
“Ini kasus dugaan malapraktik. Kami akan perjuangkan agar kasus ini dibuka ke publik agar menjadi pelajaran bagi para dokter dalam merkomendasikan sesuatu,” tegas Tadjuddin.
 
Sementara itu, pihak rumah sakit saat dikonfirmasi tak mengetahui hal tersebut. Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Abdul Kadir mengaku baru tahu masalah ini dari wartawan. Kadir mengatakan akan meneruskan masalah tersebut kepada tim medik rumah sakit.
 
“Kami akan mempelajari rekam medis yang bersangkutan untuk dipelajari. Kami akan merekomendasikan kepada tim medik untuk dipelajari dan diambil tindakan sesuai prosedur,” pungkasnya.
 
Rachmawaty menjalani pemeriksaan angiografi koroner (kateterisasi jantung) di laboratorium Kateterisasi Jantung RS Wahidin Sudiro Husodo pada 27 April 2010. Hal itu dilakukan setelah dirinya dirawat di RS Akademis Jaury Jusuf Putera karena menderita sakit di dada berulang-ulang. Ali Aspar lalu merekomendasikan agar Rachmawaty melakukan pemasangan cincin stent di pembuluh darah jantungnya.
(teb)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป