Rumah Petinggi TNI AL Dikepung Warga Sidoarjo

Minggu, 25 Oktober 2009 21:02 wib | Abdul Rouf - Koran SI

SIDOARJO - Ratusan warga Desa Keboan Anom, Kecamatan Gedangan, Minggu (25/10/2009) siang mengepung rumah Letkol Yusuf yang berada di RT 3 RW 2 desa setempat. Mereka geram karena diduga kuat Yusuf menganiaya Agil Kurniawan (13), yang tak lain tetangganya sendiri.

Petinggi TNI-AL itu menganiaya Agil, gara-gara korban meludahi anaknya. Mencegah amuk massa, Yusuf dievakuasi menggunakan mobil dari Pomal sekitar pukul 15.30 WIB. Informasi yang diperoleh, sekitar pukul 11.00 WIB, anak laki-laki Yusuf menggunakan sepeda roda empat bermain di depan rumah. Dia menggenjot sepedanya dan hampir menabrak kerumunan bocah yang salah satunya Agil.

Agil dan teman-temannya kemudian mengejar anak laki-laki Yusuf. Menurut keterangan warga saat di depan rumah Yusuf, Agil meludahi anak Yusuf. Karena tidak terima diludahi, bocah itu kemudian melapor ke orang tuanya. Sekira pukul 12.00 WIB, Yusuf mendatangi rumah Agil.

Saat itu, Abdul Rahman, ayah Agil sedang bekerja. Di rumah, hanya ada istrinya Mursini. Sedangkan Agil sedang tidur di kamarnya. Masih menurut keterangan warga, Yusuf masuk ke kamar Agil dan memukul Agil.

Mursini yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak minta tolong. Setelah memukul Agil, Yusuf melenggang kembali ke rumahnya dan menutup pintu gerbang rumahnya. Warga yang mendengar teriakan Mursini, berhamburan ke rumah rumah Abdul Rahman. Kejadian itu juga terdengar oleh perangkat desa. Warga yang mengetahui ulah Yusuf tidak terima.

Setelah ditelisik, ternyata selama ini warga tidak suka dengan keluarga Yusuf yang dinilai arogan dan sombong. "Ini puncak kemarahan warga karena selama ini keluarga Pak Yusuf cenderung arogan," ujar salah satu tetanggan Yusuf yang enggan disebut namanya.

Sebenarnya, beberapa warga dan perangkat ingin menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Termasuk Abdul Rahman, juga ingin menyelesaikan masalah itu di kantor desa setempat. Namun, tanpa dikomando warga sudah berkumpul di depan rumah Yusuf. Mereka berteriak-teriak agar Yusuf keluar dan keluarganya hengkang dari kawasan itu. Warga tidak mau ada pendatang yang bersifat arogan.

Sejak menempati rumah mewah dua tahun lalu, sebenarnya warga RT 3 RW 2 dan warga Keboan Anom lainnya kurang simpati dengan Yusuf. Dia dan istrinya kurang bergaul dengan warga dan tak peduli terhadap lingkungan.

Mendengar kejadian itu, Kepala Desa Keboan Anom, Arto Suto Priono, mengutus salah satu perangkat desa untuk meminta Yusuf datang ke balai desa menyelesaikan masalah itu. Namun, karena jumlah warga di depan rumahnya bertambah banyak, Yusuf tidak mau keluar.

Warga terus berteriak agar Yusuf keluar dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun, pagar rumah Yusuf yang terbuat dari kayu dan bercat coklat itu tertutup rapat-rapat. Karena massa semakin banyak, petugas dari Polsek Gedangan maupun dari Koramil Gedangan berjaga-jaga di depan rumah Yusuf. Situasi terus memanas dan warga minta Yusuf keluar rumah.

Melihat kejadian itu, petugas dari Pomal mengevakuasi Yusuf menggunakan sedan Toyota Soluna milik TNI AL nomor 9302-V. Ketika mobil itu masuk rumah Yusuf, warga sudah berteriak dan berusaha untuk mencegatnya. Namun, petugas di lokasi berusaha menenangkan warga. Setengah jam kemudian mobil keluar dari rumah cukup mewah yang dikelilingi tembok setinggi tiga meter itu.

Melihat mobil keluar warga berteriak dan berusaha menahan laju mobil. Batu dan sandal pun melayang mengenani kap mobil. Beberapa petugas merangsek menertibkan warga agar mobil yang membawa Yusuf bisa keluar.

Yusuf pun berhasil dievakuasi dan rencananya akan dibawa ke balai desa setempat sesuai permintaan Kades Arto Suto Priono. Namun, melihat ratusan warga yang berlarian menuju balai desa mobil yang membawa Yusuf terus melaju menuju ke Surabaya. Aryo Suto mengatakan, sebenanya akan dilakukan perundingan di balai desa.

Selang beberapa saat kemudian, Abdul Rahman didampingi Ketua RT 3 RW 2 Rozak dan salah satu kerabatnya juga menuju Pomal untuk menyelesaikan masalah ini. "Setelah ini saya juga akan menyusul ke Pomal ikut menyelesaikan masalah ini," ujar Aryo Suto.

Sementara itu, Agil Kurniawan yang tercatat sebagai siswa SMP Yayasan Pendidikan Maarif (YPM) 4, Taman dibawa ke rumah sakit untuk dimintakan visum. Sampai berita ini diturunkan masih dilakukan perundingan untuk menyelesaikan masalah itu.

Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol Kavaleri Gathut Setyo Utomo, mengatakan sudah menerima laporan adanya anggota TNI-AL yang rumahnya dikepung warga. Pihaknya sudah menurunkan anggotanya untuk ikut mengamankan situasi. "Danramil Gedangan Kapten Sukamto ikut ke Pomal untuk menyelesaikan masalah itu. Karena kawasan itu termasuk kawasan Gedangan," ujar Gathut Setyo Utomo.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, meski Yusuf sudah diamankan di Pomal, namun rumahnya masih dijaga polisi dan prajurit TNI. Usai Yusuf diamankan warga sudah kembali ke rumah masing-masing. (Abdul Rouf/Koran SI/ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »