Kesejukan Alam di Bantimurung

Sabtu, 19 Juli 2008 12:33 wib | sindo -

Kesejukan Alam di Bantimurung Foto: Ist

MENIKMATI sejuknya air terjun sambil mengamati indahnya kawanan kupu-kupu dari berbagai spesies mungkin hanya bisa ditemukan di Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung Maros. Objek wisata ini masih tetap natural dengan gelantungan ranting pohon dan hijaunya dedaunan.

Karena itu, beberapa spesies satwa merasa tetap aman berkembang biak di sana, termasuk kupu-kupu.

Biasanya, para pelancong domestik lebih banyak memilih air terjun Bantimurung sebagai tujuan rekreasi pada akhir pekan. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Maros atau perjalanan satu jam dari Makassar.

Menuju TWA Bantimurung, bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan kota dengan hanya membayar Rp10.000. Secara administratif, kawasan wisata ini terletak di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Selama perjalanan, kita akan disuguhkan pemandangan alam berupa persawahan, sungai, dan gunung karst. Konon, karst di tempat ini adalah yang terbaik kualitasnya di seluruh dunia. Semakin mendekati daerah taman wisata, pegunungan hijau mulai menjulang tinggi. Hawa sejuk khas pegunungan juga langsung terasa.

Pesona kupu-kupu Bantimurung bisa langsung terlihat, tapi sayangnya sudah dalam bentuk cenderamata berupagantungan kunci ataupun hiasan dinding. Semuanya terjejer di tempat jualan para penangkar kupu-kupu. Pelancong bisa menyempatkan singgah sejenak untuk membeli oleh-oleh. Namun, bisa juga setelah berpuas diri berendam dan mandi di air terjun.

Di antara beberapa tempat yang bisa dikunjungi, kebanyakan pelancong memilih untuk langsung menuju ke air terjun. Memasuki kawasan ini, mereka dikenakan tiket masuk Rp5.000 untuk orang dewasa dan Rp4.000 untuk anak-anak.

Memasuki kawasan objek wisata itu, pengunjung masih harus menempuh perjalanan sepanjang aliran Sungai Bantimurung. Demikian juga dengan tempat penangkaran kupu-kupu. Di sisi kiri-kanan terdapat tebing tinggi dengan posisi 90 derajat. Di atasnya masih dihuni berbagai satwa seperti kera hitam atau macaca maura, kuskus, tarsius, rangkong, kakatua, dan berbagai jenis insekta seperti kupu-kupu dan kumbang.

Meski tidak begitu tinggi, suara air terjun yang bergemuruh dan alirannya yang cukup deras menjadi pesona tersendiri. Tekstur batu di balik aliran air yang keras dan tidak terlalu licin membuat orang bisa melintasi atau mandi tepat di bawah pancuran air. Mereka yang memilih untuk lebih ekstrem terkadang memakai ban dan membiarkan dirinya terseret aliran air deras.

Suasana alami bisa lebih terasa jika melihat kawanan kupu-kupu aneka warna beterbangan di sekitar air terjun. Apalagi jika suara deru air berantai dengan suarasuara hewan hutan lainnya, terutama dari golongan insekta. Terdengar sangat eksotik.

Tidak jarang pada akhir pekan, diadakan outbound di sekitaran air terjun. Tempatnya sangat mendukung untuk melakukan aneka jenis permainan yang mengandalkan ketangkasan itu. Selain itu, hawa sejuk pegunungan dan segarnya air Bantimurung menjadi kekhasan tersendiri.

Makanya, penataan kawasan Bantimurung oleh pemerintah setempat dibuat menjadi proporsional bagi semua kegiatan. Termasuk membangun pendopo Bissu Daeng di antara rindangnya pepohonan di tepi sungai. Tempat ini menjadi tempat berkumpul para pelancong saat duduk-duduk bersantai sambil menikmati pesona air terjun.

Tidak puas dengan hanya sampai ke air terjun, pengunjung juga bisa berjalan menelusuri sepanjang sungai yang berada di atas. Jalan setapak ini baru saja dibuka untuk umum setelah pemerintah daerah setempat merenovasi area tersebut.

Dari sisi kanan air terjun, dibangun tangga yang akan membawa pelancong naik menyusuri sungai. Airnya mengalir tenang di antara rimbunnya pohon-pohon yang tumbuh di batu-batu gunung. Jika sedang beruntung, pelancong bisa menemui sekawanan kera hitam macaca maura juga berlompatan dari satu dahan pohon ke dahan yang lain.
(sindo//tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »