Tulisan Tangan Saddam Dihapus di Bendera Baru Irak

Rabu, 23 Januari 2008 15:52 wib | Sindo Sore -

BAGHDAD - Pemerintah Irak tampaknya sudah tak ingin lagi mengenang memori kelam di bawah rezim Saddam Hussein. Salah satu buktinya, parlemen Irak menyetujui pergantian bendera nasional Irak, dini hari tadi.

Dalam bendera yang baru ini, semua hal yang berkaitan dengan Saddam Hussein atau Partai Baath dihilangkan. Meskipun, bendera baru itu masih mempunyai warna dasar yang sama dengan bendera lama, yaitu merah, putih, dan hitam.

Pada bendera lama terdapat salinan tulisan tangan Saddam Hussein. Tulisan tangan itu berlafal Allahu Akbar (Allah Maha Besar) dalam huruf Arab. Pada bendera baru, tulisan tersebut tetap ada, tapi diganti dengan Kufic. Huruf Kufic adalah kaligrafi huruf Arab asli Irak.

Ciri yang juga hilang dari bendera lama adalah tiga bintang berwarna hijau. Tiga bintang itu adalah simbol persatuan, kebebasan, dan sosialisme -moto Partai Baath milik Saddam Hussein. Saddam dan Partai Baathnya sering disamakan banyak kalangan di sana dengan keberadaan Adolf Hitler dengan Nazinya.

"Pada bendera baru ini tidak ada jejak rezim Saddam. Bendera baru ini juga tanda bahwa perubahan telah terjadi di negara ini," ujar Humam Hamoudi, politikus senior Syiah yang juga anggota Dewan Tertingii Islam Irak, Rabu (23/1/2008).

Dorongan untuk mengubah bendera nasional Irak ini memang untuk menghilangkan memori kelam atau rasa sakit bangsa Irak selama di bawah rezim Saddam. (Sindo Sore//jri)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »